Pengaruh Green Marketing Dan Corporate Social Responsibility Terhadap Keputusan Pembelian Produk Unilever

Pesan yang ingin disampaikan sekaligus pilihan yang tepat dari saluran penjualan sangat penting. Perlu juga dicatat bahwa, terutama di sektor kesehatan, konten kompleks sering disajikan dan harus mudah dimengerti. Ini dengan cepat menarik perhatian dan tetap ada dalam pikiran orang yang melihatnya. Namun, bisa terjadi bahwa konten yang kompleks sangat disederhanakan dan harus dipecah menjadi sebuah slogan, dimana informasi penting dan tambahan hilang. Pada era globalisasi dan pekembangan teknologi, informasi dengan cepat dapat tersebar.

Melangkaui marketing, perusahaan bukan hanya baik pada mata masyarakat yg menjadi target sosialnya, melainkan juga benar di mata konsumen, investor, analisis ekonomi, kolega bisnis, laporan keuangan tahunan, serta pemberitaan media. Business social marketing terkait dilakukan perusahaan oleh tujuan untuk mengubah perilaku masyarakat di dalam suatu issue terpilih. Dalam cause associated marketing, perusahaan jadi mengajak masyarakat tuk membeli atau memanfaatkan produk nya, benar itu barang / jasa, dimana segenap dari keuntungan yg didapat perusahaan jadi didonasikan untuk mendukung mengatasi atau mencegah masalah tertentu. Agar sukses di bidang social marketing, informasi dan strategi persuasif harus dikembangkan yang mengenalkan produk dan membuatnya terkesan diminati.

Penyebaran berita dan dunia bisnis terus diawasi dengan media global, saat ada info berita benar positif ataupun unfavorable akan menimbulkan gagasan dan reaksi penduduk. Opini yang terbentuk dapat menjadi tekanan untuk perusahaan mengimplementasikan CSR.

Edukasi lainnya yang ingin disampaikan adalah, bahwa sampah yang selama ini diabaikan, jika dikelola ternyata masih memiliki nilai. Tabungan sampah yang selama ini mulai dikelola oleh bank sampah binaan PLN, akan bisa dikompensasi/auto debet dari buku tabungan sampah untuk pembayaran tagihan listriknya. Proses auto debet ini bisa langsung dilakukan di 20 bank sampah unit RT-RW yang sudah diberikan bantuan perlengkapan Payment Point online Bank dan bantuan permodalan. Marketing menjadi salah satu pilar CSR, karena menurut Kotler dan Lee, dengannya perusahaan dapat melibatkan pelanggan di dalam perbuatan baik yg mereka lakukan.

corporate social marketing adalah

Selain program “ bayar listrik dengan sampah ”, CSR-Bina Lingkungan PT PLN juga mendorong kemampuan produksi dan peningkatan nilai jual produk bank sampah induk. Bank sampah induk adalah bank sampah yang bertugas untuk membina bank-bank sampah unit di RT-RW. Selain membina, bank sampah induk juga sebagai penerima atau pengambilan setoran sampah yang terkumpul di bank sampah unit-unit. Untuk bisa melakukan peran-peran tersebut bank sampah induk perlu terus ditingkatkan kemampuannya, baik secara teknis maupun permodalan.